Selasa,27 Oktober 2020

kelalaian Kontraktor atau pihak PUPR

pembuatan drainase tidak sesuai speck di lio baru kota tangerang

menurut sumber dari media tropongpos Terungkapnya kegagalan pembangunan drainase atau gorong-gorong yang berada diwilayah Kelurahan Jurumudi Baru diduga dikerjakan asal jadi oleh salah satu kontraktor CV. Jaya Kontruksi yang bekerjasama dengan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Tangerang.

Pasalnya pembangunan drainase atau gorong-gorong tersebut dibiayai oleh APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Tangerang  sebesar Rp.286.141.000 (Dua Ratus Delapan Puluh Enam Juta Seratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah) Tahun Anggaran 2019 lalu.

Ironis, peristiwa kegagalan bangunan ini  pun rupanya terjadi sejak lama dan diduga dilakukan secara sengaja oleh pihak penyedia jasa kontruksi.

Hal tersebut pun terungkap atas laporan salah satu masyarakat Kelurahan Jurumudi Baru bernama Satim (40) mengungkapkan, "Terus terang kami atas nama masyarakat Kelurahan Jurumudi Baru sangat menyayangkan ketika pihak  PUPR Kota Tangerang memberikan tugas kepada para kontraktor namun mereka tidak bisa menjalankan tugas sesuai bistek maupun gambarnya," ungkapnya kepada awak media. Kamis (24/9/2020).

Mereka juga seperti orang yang tidak mengerti dalam pembuatan pembangunan drainase atau gorong-gorong, buktinya saat kami meminta agar pihak kontraktor menunjukkan spesifikasi dari bistek dan gambanya saja mereka tidak mau menunjukan.

"Selain itu, kinerja mereka juga tidak bisa memenuhi standar dalam pembuatan drainase atau gorong-gorong,''

Satim pun menambahkan, sebenernya banyak sekali kejanggalan yang kami lihat dalam proses pengerjaan pembuatan drainase tersebut.

Pertama mereka tidak menggunakan leveling, kemudian mengenai pasir dan lantai kerja itu mereka langsung menggali dan kemudian dipasang besi setelah itu baru mengecor lantai kerja.

"Artinya jika kami perhatikan dalam sistem aturan kontrak kerja kontruksi pun mereka sama sekali tidak dapat memahami standar pembuatan drainase yang layak maupun tidak layak, " ujarnya

Sebelumnya saat proses pembangunan drainase atau gorong-gorong tersebut kami pun selaku masyarakat sudah menegur beberapa kali dari pengawas PUPR agar pihak kontraktor segera memperbaiki kembali, namun amat disayangkan keluhan kami tidak dapat ditanggapi dengan baik. 

"Kami berharap kepada pihak PUPR Kota Tangerang apabila memberikan tugas kepada para kontraktor semestinya harus bisa menjalankan sistem aturan kontrak kerja kontruksi yang ada sesuai dalam UU Jasa Konstruksi tahun 2017,"

Karena biar bagaimanapun juga  pembangunan drainase ini dibiayai oleh APBD Kota Tangerang yang dimana uang dari masyarakat tentunya pun harus dirasakan kembali mengenai fasilitas sarana dan prasaranannya kepada masyarakat. Tegasnya

Saat awak media mendatangi kantor Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Tangerang dengan bertujuan ingin konfirmasi secara resmi mengenai adanya persoalan kegagalan pembangunan drainase atau gorong-gorong tersebut. 

Dari peristiwa tersebut hingga pemberitan ini ditayangkan Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang belum bisa memberikan keterangan apapun kepada awak media.

Author
Penulis

jalie

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.